#opsionalis

Setiap dari kita memiliki pengetahuan & pilihan akan beberapa hal, sebarkan dan diskusikan itu kepada setiap orang se-Indonesia, Pelajari selengkapnya...

  • Member sejak :
    Sep 2012
    Location :
    Dari Propinsi Jambi, Indonesia
    Posts :
    2,026
    Articles :
    2
    Topik :
    537
    Received: :
    120
    1
    Given: :
    150
    5
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    User title :
    Founder 327
    User ID :
    251
    Kabut asap muncul dari kebakaran hutan di Indonesia dan menyelimuti Singapura. Aparat berwenang memperkirakan kabut asap ini akan bertahan selama beberapa minggu atau bahkan lebih. Kabut asap yang membuat udara Singapura menjadi "berbahaya" berasal dari pembakaran lahan di Sumatra untuk perkebunan kelapa sawit. Berikut foto-foto yang menggambarkan kebakaran di lapangan.


    Spoiler: Lihat foto-foto

    Seorang pria mengenakan masker saat berjalan dengan latar belakang gedung perkantoran yang diselimuti asap di Singapura, 19 Juni 2013. Menurut data indeks polusi di Singapura sudah mencapai angka 172, kejadian kali ini adalah yang terparah dalam kurun waktu 16 tahun terakhir.



    Gambar yang diambil pada 20 Juni 2013 memperlihatkan asap dari kebakaran terus meningkat di daerah perkebunan dan pertanian di Kabupaten Rokan Hilir, propinsi Riau, 17 Juni 2013. Pemerintah Indonesia melarang warga propinsi Riau di pulau Sumatra agar jangan terlalu banyak melakukan aktifitas diluar rumah karena indeks polusi sudah mencapai angka 200.



    Pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di pinggiran Pekanbaru, Riau, 20 Juni 2013.



    Api dengan cepat menyebar di hutan gambut yang terletak di Pekanbaru, Riau, 19 Juni 2013. Asap tebal dampak dari kebakaran sampai ke negara tetangga Singapura dan Malaysia. Citra satelit menunjukkan ada 113 titik kebakaran.



    Seorang warga sedang menyiram api secara manual pada lahan gambut di pinggiran Pekanbaru, Riau, 19 Juni 2013.



    Petugas pemadam kebakaran terlihat sedang memedamkan api untuk mencegah meluasnya kebakaran.



    Pemandangan di sungai Singapura dan kawasan pusat bisnis, 20 Juni 2013. Singapura dan Malaysia juga terkena dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Kebakaran itu disebabkan oleh operasi pembukaan lahan dengan cara membakar hutan gambut.



    Sebuah perahu wisata berlatar belakang gedung yang diselimuti kabut di Singapura, 19 Juni 2013.



    Spoiler: Baca beritanya
    3.700 Hektar Lahan dan Hutan di Riau Terbakar
    Kebakaran lahan dan hutan di Riau yang terjadi dalam sepekan terakhir telah mencapai areal seluas 3.700 hektar. Nyaris seluruh kabupaten dan kota yang ada di Riau mengalami kebakaran dari kategori rendah seluas 4 hektar sampai yang terbesar mencapai 2.800 hektar.

    Kabupaten Rokan Hilir, dengan ibu kota Bagansiapi-api, merupakan daerah yang paling parah (kebakaran sampai 2.800 hektar), diikuti Kabupaten Bengkalis (500 hektar), Rokan Hulu (200 hektar), dan Pelalawan 115 hektar. Dalam skala kecil, kebakaran juga terjadi di Kota Dumai, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru dengan luas di bawah 50 hektar). Dari 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau, hanya wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Meranti saja yang tidak memiliki titik panas.

    Meski demikian, Dinas Kehutanan Riau masih kesulitan untuk mendata lokasi kebakaran yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun hutan tanaman industri.

    "Sebagian besar lahan yang terbakar berada di tanah gambut," kata Tengku Syoib, Sekretaris Kepala Dinas Kehutanan Riau, yang dihubungi hari Jumat (21/6/2013).

    Data kebakaran yang tercatat pada Dinas Kehutanan Riau itu kemungkinan dapat bertambah lebih besar. Sebelumnya, Kepala Subbagian Pengendalian Kebakaran Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Isbanu, mengungkapkan, daerah Sepahat-Pelintung (Kabupaten Bengkalis dan Dumai), di dua daerah itu, luas areal yang terbakar sudah mencapai 1.000 hektar.

    Isbanu mengungkapkan, tim Manggala Agni BBKSDA Riau mengalami kesulitan untuk memadamkan areal yang sangat luas itu. Kendala terutama akibat peralatan minim dan tradisional serta sumber air yang sulit diperoleh di lapangan.

    "Sangat sulit memadamkan api apabila sudah sebesar ini, apalagi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Hanya hujan besar yang dapat memadamkan api di sana," kata Isbanu.
    ─ Quote
    14 Perusahaan Terlibat Kebakaran Hutan di Riau
    Sebanyak 14 perusahaan teridentifikasi terlibat dalam kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Demikian dikatakan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Balthasar Kambuaya.

    "Berdasarkan data (kemarin Jumat, 21/6) dari staf kita yang turun ke lapangan teridentifikasi delapan perusahaan, sekarang berkembang menjadi 14 (perusahaan)," kata MenLH di Pekanbaru, Sabtu (22/6).
    Balthasar mengemukakan, tindak lanjut dari identifikasi tersebut yakni investigasi sehingga diketahui pasti dari mana perusahaan tersebut berasal.

    Dari delapan perusahaan yang lebih awal teridentifikasi, dia menyebutkan terdapat juga perusahaan asing dari Malaysia.

    "Kalau delapan yang kemarin ada indikasi (dari) Malaysia. Belum ada (perusahaan asing lain teridentifikasi)," ujar dia.

    Sementara itu, Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Arif Yuwono menegaskan pihaknya yang telah turun ke beberapa titik panas kebakaran lahan dan hutan pada Jumat (21/6), telah dapat mengidentifikasi unsur kesengajaan pembakaran untuk pembukaan lahan dan hutan.

    "Api menjalar ke mana dan dari mana dapat diketahui. Jadi sudah terlihat dibakar atau terbakar," katanya.

    Tugas Penyidik Pejabat Negeri Sipil (PPNS) KLH yang akan mencari tahu lebih lanjut dengan menyelidiki, dan menindak lanjuti ke penyidikan jika fakta dan bukti lebih lanjut telah diperolah. Ia mengatakan apa yang diperoleh di lapangan merupakan identifikasi awal dan berlanjut penyelidikan. dan azas praduga tidak bersalah tetap dipegang. Meski demikian di tahap ini azas praduga tidak bersalah tetap dipegang.
    ─ Quote
    Ini Sebab Kabut Asap Hutan Riau Selimuti Singapura
    Kebakaran hutan di Riau yang menyebabkan asap tebal juga menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sejak 17 Juni 2013. Mengapa kabut asap tebal menyebar hingga ke negara tetangga tersebut?

    Berdasarkan analisis sebaran asap yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hal tersebut terjadi karena faktor alam.

    "Pertama disebabkan anomali cuaca di Indonesia sehingga arah angin berubah dari normalnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).

    Selain itu, hangatnya perairan laut Indonesia juga menyebabkan timbulnya pusat tekanan rendah dan siklon tropis. Massa uap air dan asap kemudian tertarik menuju pusat tekanan rendah (siklon tropis) itu. Pada 18 Juni 2013, tumbuh siklon tropis Leepi di Samudra Pasifik atau barat daya Jepang. Arah angin di Indonesia pun mengarah ke sana.

    "Diperkirakan akan sampai 7 hingga 10 hari sejak terbentuknya 18 Juni itu," kata Sutopo.

    Setelah itu, pada 20 Juni 2013, tumbuh siklon tropis Bebinca di Laut China Selatan atau sebelah barat Filipina menuju Vietnam. Kondisi itulah yang menyebabkan asap di Riau mengalir ke arah timur hingga Kalimantan. Asap kemudian berbelok ke arah utara menuju siklon tropis.

    "Dalam perjalanannya, asap tersebut melalui Singapura dan menimbulkan jarak pandang berkurang," ujarnya.

    BNPB dan pihak terkait telah mempersiapkan hujan buatan untuk menghentikan kebakaran hutan Riau. Sebanyak dua pesawat Casa 212, yaitu pesawat TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusumah dan pesawat BPPT yang berada di Banjarmasin, telah diterbangkan ke Pekanbaru, Jumat. Pesawat Hercules C-130 TNI AU pun diterbangkan dari Lanud Husein Sastranegara Bandung ke Pekanbaru, ditambah dua helikopter untuk water bombing.

    Pemadaman api lahan dan hutan akan terus dilakukan melalui darat, udara, melalui water bombing dengan menggunakan helikopter, dan hujan buatan dengan menggunakan pesawat terbang. Terakhir, lakukan sosialisasi dan penegakan hukum atas terjadinya kebakaran itu.

    Seperti diketahui, jumlah titik api di hutan Riau meningkat sejak 15 Juni 2013. Diperkirakan 200 hektar lahan gambut masih terbakar. Kabut asap juga telah menyasar ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut mulai diselimuti asap tebal pada Senin (17/6/2013). Asap tebal itu telah mengganggu kesehatan dan mengganggu aktivitas warga.
    ─ Quote
    Rp 25 Miliar Disiapkan untuk Atasi Kebakaran Hutan Riau
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Rp 25 miliar untuk hujan buatan memadamkan api kebakaran hutan di Riau. Dana tersebut diambil dari dana siap pakai BNPB.

    "BNPB menyiapkan dana Rp 25 miliar untuk hujan buatan dari dana siap pakai kita. Kalau kurang akan ditambahkan sesuai kebutuhan," terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).

    Untuk melakukan hujan buatan, BNPB dan instansi terkait mengerahkan 2 pesawat Casa 212, yaitu pesawat TNI AU dan pesawat BPPT. Kemudian pesawat Hercules C-130 TNI AU dan tiga helikopter untuk operasi pengeboman air atau water bombing. Pesawat tersebut telah diterbangkan ke Pekanbaru hari ini.

    Menurut Sutopo, dengan hujan buatan, api diharapkan dapat padam dengan cepat. "Biasanya baru padam semua 14 hari karena titik apinya banyak," terang Sutopo.

    Kebakaran pada lahan atau hutan merupakan masalah rutin di Indonesia. Diduga warga membakar lahan untuk menjadikan kawasan perkebunan. Hujan yang tidak kunjung turun juga menyebabkan kebakaran menyebar luas. BNPB pun akan melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk menghentikan pembakaran lahan tersebut.

    Seperti diketahui, jumlah titik api di hutan Riau meningkat sejak 15 Juni 2013. Diperkirakan 200 hektar lahan gambut masih terbakar. Kabut asap juga telah menyasar ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut mulai diselimuti asap tebal pada Senin (17/6/2013). Asap tebal itu telah mengganggu kesehatan dan mengganggu aktivitas warga.
    ─ Quote
    Asap di Singapura, Indonesia Tidak Akan Minta Maaf
    Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan permintaan maaf kepada Pemerintah Singapura atas kabut asap yang saat ini melanda negeri jiran tersebut. Namun, pemerintah saat ini sedang berupaya mencari solusi atas masalah tersebut.

    "Tidak, tidak ada permintaan maaf. Saya kira pihak Singapura mengetahui bahwa ini kan bertahun-tahun kondisinya terus membaik. Upaya Indonesia juga telah membuahkan hasil," kata Marty saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Jumat (21/6/2013).

    Marty menambahkan, Pemerintah Indonesia dan Singapura pun sudah melakukan upaya kemitraan untuk mengatasi masalah asap tersebut. Pihak Indonesia dan Singapura pun juga telah berkomunikasi untuk berbagai informasi, terutama perkembangan terakhir kondisi asap di Singapura dan sekitarnya.

    "Sebab, kami sudah bergerak dan berupaya untuk mengatasi bencana ini," tambahnya.

    Marty juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Singapura pun akan mengirim Menteri Lingkungan Hidupnya untuk berkunjung ke Jakarta. Rencananya, perwakilan dari Singapura tersebut akan bertemu mitranya, Menteri Lingkungan Hidup dari Indonesia, dan akan berkomunikasi lebih lanjut mengatasi hal ini.

    Di sisi lain, Presiden pun sudah menginstruksikan untuk segera menangani masalah ini dan bekerja sama dengan lembaga terkait agar masalah asap ini lekas selesai. "Intinya upaya optimal mengatasi permasalahan utamanya kebakaran yang menyebabkan asap tersebut," ujarnya.

    Sebelumnya, terkait protes dari Singapura, Menkokesra Agung Laksono dalam rapat koordinasi penanganan bencana tersebut mengatakan, Singapura jangan seperti anak-anak. Ini bukan Indonesia yang mau, tetapi atas pengaruh alam.

    Sebelumnya, Hadi Daryanto, seorang pejabat Kementerian Kehutanan Indonesia, mengatakan, teknik pembalakan dan pembakaran digunakan di lahan yang murah sebagai metode pembersihan dan itu tidak hanya digunakan oleh petani lokal, tetapi juga karyawan perusahaan minyak sawit, termasuk yang dimiliki oleh pengusaha Singapura dan Malaysia.

    "Kami mengharapkan Pemerintah Malaysia dan Singapura juga memberi tahu pengusaha mereka untuk mengadopsi kebijakan layak sehingga kita bisa mengatasi masalah ini bersama," tambah Hadi.
    ─ Quote
    Titik api kebakaran di Riau mulai berkurang.
    Titik api dalam kebakaran hutan di Riau mulai berkurang. Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofikasi (BMKG), terjadi pengurangan jumlah titik api. Saat ini tinggal 13 titik api yang masih menyala.

    Berdasarkan pantauan satelit NOA 18, titik api hanya ditemukan di lima kabupaten. Antara lain Kabupaten Rokan Hilir lima titik, Pelalawan empat titik, dua Inhu, Kampar dan Inhil masing satu titik.

    "Jumlah titik api mengalami penurun dibanding pada hari sebelumnya yakni 27 titik api," kata staf analisis BMKG Pekanbaru, Sri Puriyanti Jumat (21/6/2013).

    Namun demikian, meski mengalami penurunan, tetapi pantaun kabut asap tebal masih menyelimuti Riau.

    Pemprov Riau terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. "Kita mengerahkan satker terkait untuk memadamkan api. Kita juga bekerjasama dengan perusahaan untuk menanggulanginya," kata Wakil Gubernur Riau Mambang Mit.

    Menanggapi kebakaran tersebut, pihak perusahaan mengaku siap membantu pemerintah untuk memadamkan api. Perusahaan juga menyatakan sejauh ini tidak ada konsesi kayu akasia milik perusahaan terbakar.

    Presiden Direktur RAPP Kusnan Rahmin mengatakan perusahaan telah melakukan patroli melalui udara, air dan darat setiap hari untuk memantau kebakaran dikonsesianya.

    "Kita juga melakukan pengoptimalisasian bantuan melalui heli, truk pemadam kebakaran serta patroli airboat yang dapat dilakukan di darat maupun di air. Perusahaan juga menggunakan peralatan penanggulangan kebakaran seperti Waterous Floto HP kit dan Wildfire Mark-3 kit. Kita juga mengerahkan 665 personel tim reaksi cepat untuk membantu kebakaran di luar konsesi perusahaan, " sebut Kusnan.

    PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) yang juga perusahaan produksi pengolahan kayu untuk pulp and paper menyatakan siap membantu pemerintah menanggulangi kebakaran hutan. "Tapi yang jelas, di areal konsesi kita tidak ada ditemukan kebakaran. Yang ada diluar konsesi," kata Humas IKPP, Nurul Huda.
    ─ Quote
    Berbagai sumber...
    Terakhir diedit oleh Muhammad Rahman; 23 Jun 13 pada 14:43.
  • Member sejak :
    Sep 2012
    Location :
    Dari Propinsi Jambi, Indonesia
    Posts :
    2,026
    Articles :
    2
    Topik :
    537
    Received: :
    120
    1
    Given: :
    150
    5
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    User title :
    Founder 327
    User ID :
    251
    Asap Di Sumatera Semakin Tebal
    Kebakaran hutan yang terjadi di beberapa titik di Provinsi Riau belum dapat dipadamkan, akibatnya asap semakin tebal.

    Spoiler: Lihat penampakan

    Sejumlah pengendara motor harus ektra hati-hati karena asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti udara Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (21/6). Pemprov Riau meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan hujan buatan guna memadamkan kebakaran yang masih terjadi serta mengurangi kabut asap.


    Sejumlah pengendara motor harus ektra hati-hati karena asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti udara Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (21/6). Pemprov Riau meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan hujan buatan guna memadamkan kebakaran yang masih terjadi serta mengurangi kabut asap.


    Warga menanti kedatangan kapal ferry yang akan membawanya ke Malaysia di sebuah dermaga di Pelabuhan Dumai yang pekat oleh asap, 22 Juni 2013. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan upaya pemadaman dengan menggunakan hujan buatan dan penyiraman serbuk pemadam menggunakan pesawat.


    Seorang warga dengan menggunakan sepeda motor berusaha menembus pekat asap akibat api yang belum padam di kawasan Bangko Pusako, Rokan HIlir, Provinsi Riau, 22 Juni 2013. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan upaya pemadaman dengan menggunakan hujan buatan dan penyiraman serbuk pemadam menggunakan pesawat.


    Seorang warga berdiri diatas pipa dengan latar belakang api yang masih menyala di kampung Bangko Pusako, Rokan Hiilir, Provinsi Riau, 22 Juni 2013. Akibat asap yang semakin tebal, Rumah Sakit Daerah di Bengkalis dan Dumai mencatat peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan pernafasan akut, iritasi pada mata dan kerusakan kulit.


    Seorang warga menyaksikan api yang masih menyala di atas lahan sawit yang sengaja di bakar demi perluasan laha baru di Dumai, Provinsi Riau, 22 Juni 2013. Akibat asap yang semakin tebal, Rumah Sakit Daerah di Bengkalis dan Dumai mencatat peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan pernafasan akut, iritasi pada mata dan kerusakan kulit.


    Sebuah pohon yang tersisa tetap berdiri di atas lahan perkebunan kelapa sawit yang sengaja dibakar untuk membuka lahan baru di Dumai, Provinsi Riau, 22 Juni 2013. Akibat asap yang semakin tebal, Rumah Sakit Daerah di Bengkalis dan Dumai mencatat peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan pernafasan akut, iritasi pada mata dan kerusakan kulit.


    Beberapa warga dengan menggunakan masker dan mengendarai sepeda motor menembus pekatnya asap yang berasal dari titik api di Dumai, Provinsi Riau, 22 Juni 2013. Akibat asap yang semakin tebal, Rumah Sakit Daerah di Bengkalis dan Dumai mencatat peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan pernafasan akut, iritasi pada mata dan kerusakan kulit.


    Pemadam kebakaran melakukan pemantauan titik api yang masih menyala di Dumai, Riau, 22 Juni 2013. Akibat asap yang semakin tebal, Rumah Sakit Daerah di Bengkalis dan Dumai mencatat peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan pernafasan akut, iritasi pada mata dan kerusakan kulit
  • Member sejak :
    Jul 2013
    Location :
    Kuningan, Jawa Barat
    Posts :
    27
    Articles :
    0
    Topik :
    6
    Received: :
    2
    0
    Given: :
    1
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    User title :
    0
    User ID :
    821
    wah, harus segera dipadamkan ini
    Bedriansyahsept
    │▌║█║▌│█│║▌║█║▌│█║
    Bedriansyahsept All Right Reserved
  • Member sejak :
    Jun 2012
    Posts :
    399
    Articles :
    3
    Topik :
    114
    Received: :
    23
    0
    Given: :
    26
    4
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    User title :
    0
    User ID :
    2
    wah, harus segera dipadamkan ini
    Originally Posted by bedriansyahsept View Post
    Kayaknya sekarang sudah padam, Yang jdi masalah sekarang malah sby.
  • Member sejak :
    Sep 2012
    Location :
    Jambi, Indonesia
    Posts :
    2,290
    Articles :
    0
    Topik :
    777
    Received: :
    84
    4
    Given: :
    98
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    User title :
    S. Moderator 0
    User ID :
    248
    Contact :
    Send a message via Yahoo to gembel lam-alif
    wah, harus segera dipadamkan ini
    Originally Posted by bedriansyahsept View Post
    Udah padam gan, tinggal ngurus maslahnya aja.

    wah, harus segera dipadamkan ini
    Originally Posted by bedriansyahsept View Post
    Kayaknya sekarang sudah padam, Yang jdi masalah sekarang malah sby.
    Originally Posted by Staff View Post
    kenap SBY gan?

    Gak mau ngurusin daerah kita ya. hmp.
  • Apa tanggapanmu?   Komentari

    Topik serupa