• Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    Anda bertanya Islam menjawab
    Bagian II : Hukum


    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    1. Arti Bacaan Shalat dan Salam untuk Nabi

    Pertanyaan :
    Mengapa kita ucapkan salawat dan salam untuk Nabi dan apa arti ucapan itu ?

    Jawab :
    Allah Swt memrintahkan hamba-hambaNya yang beriman agar membaca salawat dan salam untuk Nabi.
    Firman Allah ;
    "Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat bersalawat untuk Nabi : Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya". (Al-Ahzab 56)
    ─ Quote
    Dar segi bahasa, arti shalat ialah "Doa". Arti secara umum, yaitu satu tindak laku, gerak dan perbuatan yang dimulai dengan "Takbir" dan diakhiri dengan "Salam". Kita berdoa untuk orang yang kita harapkan agar diberi kebaikan, kalau pemberi itu orang yang mengucap doa, tentunya akan segera diterima permintaannya. Disini yang Allah berikan adalah rahmat, itulah doa Allah dan Malaikat.

    Firman Allah ;
    "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan Malikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman". (Al-Ahzab 43)
    ─ Quote
    Salawat Allah berarti rahmat, salawat Malaikat pasti terkabul sebab malaikat suci, tidak pernah menolak perintah dan melanggar larangan. Dan salawat Rasulullah Saw berarti ketenangan kepada umatnya.

    Firman Allah ;
    "Dan berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu (menjadi ketentraman jiwa) bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (At-Taubah 103)
    ─ Quote
    Jadi kalau kita mengucap salawat kepada Rasulullah adalah untuk kebaikan kita sendiri, bukan kebaikan Rasulullah sebab kebaikan terhadap Rasulullah adalah untuk umatnya.
    Apabila kita ucapkan satu kali, yang berbalik kepada kita (kebaikan) sepuluh kali. (Hadis)

    Apabila kita memohon kedudukan tinggi dan mulia serta syafaat bagi Rasulullah, yang beruntung adalah kita (umat Islam), sebab kelak di akhirat Rasulullah Saw diberi hak syafaat yang penggunaannya untuk seluruh umat Islam.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    2. Membagi Zakat

    Pertanyaan :
    Mana yang lebih baik, membagi zakat sendiri atau lewat pemerintah ?

    Jawab :
    Jika penguasanya adalah muslim dan mereka menjalankan agama secara utuh, maka merekalah yang mengumpulkan dan membagi uang zakat, sebab mereka akan takut menyalah gunakan harta milik Allah. Penguasa yang demikian akan mendapat pahala.

    Membagi zakat lewat pemerintah mengandung hikmah yang tinggi, si penerima lebih terhormat ia terhindar dari rasa malu karena tidak banyak orang yang tahu. Kalau ia harus menerima dari orang per orang dan berkeliaran di jalan-jalan, memberi kesan rendah. Rendah buat mereka (penerima) dan rendah untuk Agama.

    Jika para pelaksana, pengumpul dan pembagi zakat dari pemerintah diragukan kejujurannya, akan lebih baik dibagi sendiri saja. Buat apa repot-repot, akhirnya uang itu "menguap".

    Apabila pembagiannya dilakukan sendiri, tanpa lewat pemerintah atau panitia-panitia lebih baik dirahasiakan terutama kepada anak si pemberi yang belum dewasa. Sebab ia bisa menganggap hina kepada anak-anak dari orang tua si penerima zakat bapaknya.

    Diutamakan memberi zakat kepada fakir miskin dari sanak keluarga, kemudian tetangga, kawan dekat atau kenalan, dengan mendahulukan laki-laki atau wanita yang saleh.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    3. Zakat Mensucikan Para Penerimanya

    Pertanyaan :
    Apakah zakat juga mensucikan jiwa penerima dan dapat mengembangkan harta mereka ?

    Jawab :
    soerang fakir yang lemah, jika melihat orang kaya dapat timbul rasa kurang senang, dengki, benci dan iri. Tetapi jika si kaya baik hati, memberi bantuan dengan penuh keakraban, kekeluargaan, dapat merubah pandangan si fakir akan kenikmatan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh orang itu bermanfaat bagi mereka. Karenanya hati si fakir menjadi bersih, tidak ada dendam, benci atau iri.

    Harta yang banyak yang diterima dari zakat, yang mungkin belum pernah ia peroleh dari usahanya sendiri, dapat memberi gairah untuk dijadikan modal usaha, memberi dorongan kepada dirinya bahwa ia adalah sebagai anggota masyarakat yang baik yang juga harus mengamalkan harta dan bergotong-royong.

    karenanya harta zakat yang ia peroleh itu dapat mencegah dari sifat-sifat malas, pesimis dan lemah jiwa.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    4. Pajak dan Zakat

    Pertanyaan :
    Bagaimana kita ketahui bahwa pemerintah menarik pajak dari rakyat untuk kepentingan pembangunan Nasional. Apakah uang pajak boleh dibayar dari uang zakat ?

    Jawab :
    Tidak ada hubungan antara pajak dan zakat. Pajak adalah kewajiban tiap warga negara sedang zakat adalah pajak perikemanusiaan.

    Sasaran utama dari pemberian zakat adalah para fakir miskin dan yatim. Uang zakat adalah untuk menanggulangi kemelaratan dan kelaparan dan untuk memerangi kemiskinan. Kalau sasaran utama ini sudah tercapai dan uang zakat berlebih, boleh diberikan kepada yang lain.

    Pembangunan dilaksanakan untuk semua golongan, kaya atau miskin. Misalnya membangun jalan, jembatan, waduk, irigasi, sekolah, perguruan tinggi, dan semuanya dinikmati tidak hanya untuk fakir miskin, tetapi justru sebagian besarnya dinikmati oleh orang-orang kaya. Karenanya untuk kepentingan-kepentingan seperti itu tidak dibayar dengan uang zakat. Pemerintah mencari sumber-sumber lain untuk pembangunan.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    5. I`tikaf Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan

    Pertanyaan :
    Apa hikmahnya I`tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan ?

    Jawab :
    Pada akhir bulan ramadhan disunahkan melakukan ibadah i`tikaf, yaitu tinggal disuatu masjid Jami dan tidak berhubungan dengan makhluk. Niat keluar dari rumah menuju masjid, meninggalkan keluarga dan rumah tangga untuk bermunajat kepada Allah Swt. Menikmati hubungan batin antara makhluk dengan Kholiknya, mengisi dan menguatkan jiwa agar penuh iman, takwa, bakti dan ridha. Kemudian kembali ke masyarakat dengan semangat dan tenaga baru.

    Membiasakan diri meninggalkan keluarga dan segala macam kesibukan, sebagai satu persiapan keberangkatan menunaikan ibadah haji, yang merupakan perjalanan badaniah dan rohaniah, meninggalkan keluarga, harta benda, anak-anak, dan rumah tangga.

    Namun artiyan meninggalkan disini bukanlah meninggalkan dengan seenaknya sendiri dan melepaskan tanggung jawab terhadap keluarga. Kewajiban terhadap apa yang ditinggalkan haruslah terlebih dahulu dipenuhi.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    6. Rahasia Diharamkannya Bunuh Diri

    Pertanyaan :
    Seorang yang bunuh diri hanya merugikan dirinya, dia tidak merugikan orang lain. Dia mengakhiri hidupnya dan tidak menganggu jiwa orang lain. Mengapa Islam mengharamkannya ?

    Jawab :
    Pertama, Allah Swt yang memberi hidup (nyawa). Allah menetapkannya, bahwa soal nyawa adalah urusan dan hak Allah Swt. Karenanya sama dosanya mencabut nyawa orang lain dengan mencabut nyawanya sendiri, sebab perbuatan seperti itu merupakan pelanggaran terhadap hak Allah, itu bukan hak manusia. Nyawa adalah pemberian Allah dan menjadi urusan, wewenang, serta hak mutlak Allah, jika ia bunuh diri berarti ia merampas hak Allah.

    Firman Allah dalam hadis Qudsi ;
    "Hambaku mempercepat pengakhiran hidupnya, maka aku haramkan baginya masuk surga".
    ─ Quote
    Kedua, orang yang bunuh diri adalah karena kelemahan Imannya, bukan kesulitan hidup yang mencekam dirinya.
    Manfaat iman ialah : Tahan menderita dan tabah menghadapi ujian dari Allah. Sedang bunuh diri adalah keputusan terhadap takdir Allah dan rahmat Allah.

    Keadaan alam selalu berubah-ubah, begitu juga nasib manusia. Seorang mukmin dalam keseluruhan hidupnya harus terkait kepada Allah Swt. Apabila ditimpa musibah atau ujian hidup, hendaknya kembali kepada Allah dan selalu ingat kepada Allah. Tanpa ingat kepada Allah, hati manusia selalu menghadapi keguncangan.

    Firman Allah ;
    "Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat-Nya. Ingatlah ! hanya dengan mengingat kepada Allah, hati akan menjadi tenang". (Ar-Raad 28)
    ─ Quote
    Dia tidak menghadapi kesulitan seorang diri, tetapi ada Allah yang akan memberikannya kekuatan, menentramkan hatinya dan mengatasi kesulitannya.

    Sabda Rasulullah Saw ;
    "Mengherankan urusan orang mukmin. Semua persoalannya baik. Apabila mendapat musibah, dia bersabar. Dan bila mendapat nikmat dia bersyukur. Ke dua-duanya baik buat dia".
    ─ Quote
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    7. Bergaul Dengan Istri Haid

    Pertanyaan :
    Apa hukumnya menggauli istri yang sedang haid ?

    Jawab :
    Menggauli istri yang sedang haid dapat menyebabkan membusuknya rahim dan dapat pula menyebabkan kemandulan. Kondisi haid apabila disetubuhi bisa berakibat infeksi pada rahim, dan panas badan yang tinggi. Sedang pada suami dapat berakibat gangguan saluran kencing, gangguan pada kelenjar dan lain-lain penyakit kelamin.

    Dari segi agama, menggauli istri yang sedang haid hukumnya ialah "Kaffaroh". Riwayat Ibnu Abbas r.a, sabda Rasulullah Saw ;
    "Yang menggauli (berseggama) dengan istri yang sedang haid hendaknya bersedekah satu dinar atau setengah dinar". (Muttafaqun Alaihi).
    ─ Quote
    Maka apabila seorang bergaul dengan istrinya yang haid, wajib hukumnya bersedekah.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    8. Polygami Dalam Islam

    Pertanyaan :
    Mengapa polygami diperbolehkan dalam Islam, sedang polyandri dilarang ? (Wanita kawin dengan lebih dari satu pria).

    Jawab :
    Allah memuliakan derajat kaum wanita. Wanita terhormat tidak rela dirinya digerayangi banyak laki-laki, Ia hanya mau melihat satu saja laki-laki pendampingnya. Bahkan, saking setianya tidak jarang wanita yang menolak kawin lagi sepeninggal suaminya walaupun itu dihalalkan agama.

    Orang-orang orientalis menghasut kaum wanita dengan berkata :
    "Coba lihat, nanti disurga laki-laki boleh punya bidadari-bidadari tetapi wanita tidak boleh punya banyak lelaki".

    Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi pernah berceramah di Amerika ada yang bertanyanya seperti cemoohan orientalis itu dan kemudian dijawab :
    "Bukankah di negeri tuan tempat-tempat pelacur dilegalisir ?".
    "Betul", jawab warga Amerika tadi.
    Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi bertanya lagi :
    "Bagaimana tuan menjaga kesehatan pelacur-pelacur itu dan menghindarkan dari penyakit ?"
    "Mereka disuntik dua kali seminggu supaya tidak menularkan penyakitnya kepada tamu-tamu yang lain", Jawab warga Amerika itu.
    "Bagus", Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi menjawab.
    "Lalu apakah tuan-tuan tidak mengadakan pemeriksaan kepada istri-istri dari suami yang datang ke tempat pelacur ?" Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi bertanya lagi.
    "Tidak !", Jawab warga Amerika itu.
    "Kenapa ?" Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi bertanya.
    "Karena bersih, sebab hanya satu saja laki-laki yang besetubuh, yaitu suaminya. Lain halnya jika ia banyak suami, bisa saja terkena penyakit sebab, wanita yang wadahnya disiram banyak laki-laki bisa mengakibatkan penyakit", Jawab warga Amerika itu.
    "Kalau begitu, benar sekali ketentuan Islam melarang wanita-wanita berpolyandri", Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi menjawab.
    "Tuan-tuan menyediakan tempat pelacuran dengan penghuninya kaum wanita, kenapa tuan-tuan tidak sediakan tempat pelacuran yang berpenghuni pria dengan pengunjung wanita", Prof. Dr, M. Mutawalli Asy Sya`rawi bertanya lagi.
    "Itu bertentangan dengan fitrah wanita, apabila ada wanita yang mendatangi atau mencari laki-laki untuk memenuhi kebutuhan seksnya, adalah ganjil dan tidak normal", warga Amerika itu menjwabnya.

    Islam sudah mengatur kesemuanya dengan sangat sempurna tidak ada satupun yang tidak untuk kebaikan penganutnya. Mulai dari ujung rambut sampi ujung kaki dan semua yang ada disekitarnya.
    Namun kebanyakan orang lebih mendahulukan logika ketimbang hukum yang sudah ditetapkan, yang seharusnya adalah mereka mencerna hukum yang sudah ada dengan logika sehingga akan terbukti kebenaran dari hukun yang sudah ada dalam Islam.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    9. Kelemahan Wanita

    Pertanyaan :
    Apakah benar bahwa kaum wanita itu lemah akal dan agamanya ?

    Jawab :
    Akal berasal dari kata "iqaal", artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bebas bergerak. Fungsi akal yaitu :
    Memberikan pertimbangan, pendapat atau memilih sesuatu.

    Biasanya akal menjadi lemah dan kalah jika menghadapi perasaan, disini masalahnya wanita lebih kuat menggunakan perasaan dan emosi dibanding pria. Pria lebih banyak memakai akalnya ketimbang perasaan, karenanya wanita diberi tugas oleh Allah untuk mengandung, menyusui, memelihara anak dan tugas-tugas lain yang lebih banyak membutuhkan perasaan.

    Perasaan punya nilai tinggi, sangat mulia dan diperlakukan sekali untuk mewujudkan kasih sayang. Sedang akal justru mengalahkan perasaan dan kasih sayang, misalnya seorang ayah bersikap keras dalam mendidik anaknya. Ibunya karena dorongan perasaan mencegah suami berbuat seperti itu. Anak memerlukan kesempurnaan akal dari ayah dan perasaan belas kasih dari ibu.

    Kekurangan akal wanita dibanding pria bukan berarti cela, justru kelebihannya merupakan kebanggaan.
    Arti dari kurang atau lemah agamanya yaitu bahwa Allah banyak memberi kebebasan kepada wanita dari kewajiban-kewajiban melaksanakan tugas-tugas agama. Misalnya, wanita tidak dibolehkan shalat dan puasa pada saat haid dan nifas, wanita tidak wajib shalat Jum`at dan jamaah, wanita juga tidak diwajibkan ikut perang (jihad).
    Jadi memang lebih sedikit kewajiban-kewajiban wanita dibanding pria.

    Kekurangan-kekurangan itu bukan berarti membedakan pahala pria dengan wanita, masing-masing mendapat pahala sesuai dengan tugas dan fungsinya.

    Firman Allah ;
    "Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan". (An-Nisaa 32)
    ─ Quote
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    10. Waris Untuk Wanita

    Pertanyaan :
    Mengapa Islam mengatur pembagian waris untuk wanita hanya setengah dari laki-laki ?

    Jawab :
    Memang, banyak penulis-penulis barat juga mengatakan bahwa Islam tidak berlaku adil dalam membagi warisan untuk wanita.

    Dalam Islam anak perempuan sebelum kawin ditanggung oleh walinya, tetapi jika ia menikah maka ganti penanggung jawabnya. Suami yang menanggung nafkahnya, wanita dijamin nafkahnya, baik sebelum atau sesuah kawin.
    Jika istrinya seorang kaya, tidak ada kewajiban untuk menafkahi suaminya, walalupun suaminya miskin. Sampai-sampai kalau suaminya akan mencari hutang, tidak wajib berhutang kepada istrinya.

    Tanggung jawab lelaki lebih dibanding wanita, misalanya bila dia akan menikah, dia harus menyiapkan rumah beserta segala isinya, termasuk nafkahnya. Dua per tiga yang diperolehnya termasuk untuk itu, memikul beban dari tanggung jawabnya. Sedang dua pertiga yang diterimakan kepada saudara perempuan tidak dengan beban apa-apa. Uang yang sepertiga tetap utuh.

    Jadi, bukan tidak adil Islam memberlakukan sistem bagi waris seperti itu. Ketentuan Allah mengandung hikmah, justru karena hikmah-hikmahnya itulah mereka seharusnya berkata :
    "Kenapa Islam terlalu memanjakan wanita dan memberatkan laki-laki ?"
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    11. Kawin Mut`ah (kontrak)

    Pertanyaan :
    Apakah Islam membolehkan kawin Mut`ah ?

    Jawab :
    Kawin mut`ah dinamakan juga kawin sementara (kontrak), yaitu menikah untuk satu hari, satu minggu, enam minggu, satu tahun atau berapa saja sesuai dengan perjanjian.
    Mut`ah berarti kesenagan atau senang-senang, sebab laki-laki kawin hanya untuk senang-senang saja sampai batas waktu yang ditentukan. Keempat Mazhab sepakat bahwa kawin mut`ah HARAM hukumnya.
    Bila dalam akad nikah disebut jangka waktu, maka akad itu menjadi batal dan tidak sah, hubungan yang dinikahkan menjadi hubungan perzinahan.

    Alasan diharamkannya yaitu ;
    1. Tidak didukung oleh Al-Qur`an yang berkaitan dengan talak, iddah dan waris.
    2. Larangan Rasulullah Saw, sabdanya ;
      "Hai segenap manusia, aku telah mengizinkan kamu melakukan kawin mut`ah, maka sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat". (Riwayat Ibnu Majah)
      ─ Quote
    3. Sayyidina Umar bin Khattab r.a. mengharamkan kawin mut`ah ketika khotbah di atas mimbar dan para sahabat tidak ada yang menentangnya.
    4. Seluruh ulama empat mazhab melarang, kecuali kaum syiah yang membolehkannya.
    5. Tujuan dan maksud kawin mut`ah hanyalah memuaskan hawa nafsu syahwat saja, bukan untuk meperoleh keturunan, atau membina keluarga atau membangun rumah tangga. Cara seperti itu mirip dengan perzinahan dilihat segi pemuasan nafsu belaka.

    Ada ulama yang berpendapat (termasuk Imam Alfakhrurrozi dalam kitab tafsirnya) bahwa :
    "Kawin mut`ah diizinkan oleh Nabi untuk masa tertentu dan tidak pernah dicabut (dimansukhkan)".

    Para pendukung pendapat ini mengatakan :
    "Apabila kawin mut`ah dimaksudkan untuk mencegah penyelewengan dan melakukan zina, hukumnya dibolehkan".

    Kawin mut`ah adalah ruwet dan tidak disukai, orang tua tidak senang jika anaknya dikawin dengan cara seperti itu. Wanita yang hanya seperti benda saja seolah-olah disediakan hanya untuk tujuan kepuasan nafsu syahwat laki-laki rendah saja. Pindah dari satu lelaki kepada lelaki lain, anak-anak yang dihasilkannya akan menjadi terlantar. Cara kawin seperti ini akan merusak sendi-sendi bangunan perkawinan.

    Perkawinan menurut Islam adalah ditujukan untuk mendapatkan ketenangan dan ketentraman, saling cinta dan kasih sayang karena Allah. Islam juga mengatur, bahwa talak berada di tangan suami, lalu kenapa musti mengikat dan mempersempit diri dengan keharusan talak dengan batas waktu berakhirnya nikah mut`ah ?

    Niat kawin hendaknya untuk hidup bersama selama-lamanya. Mencari ketenangan dan kebahagiaan, lalu perkawinan macam apa itu namanya kalau orang boleh menceraikan siapa saja dan kapan saja sesuka hatinya.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    12. Tobat Orang yang Berzina

    Pertanyaan :
    Kalau orang berzina, lalu tobat dan tekun beribadah serta mengerjakan amal saleh, apakah dosa-dosnya diampuni ?

    Jawab :
    Jika terjadi dalam negara yang memberlakukan hukum Islam, untuk bisa diampuni dosanya orang itu harus mengakui perbuatannya dan diberi hukuman atas perbuatannya itu.

    Kalau terjadi di dalam negara yang tidak memakai hukum Islam, orang itu harus merahasiakan perbuatannya dan bertobat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha). Selalu beristighfar mohon ampunan dari Allah Swt dan tidak lagi mengulangi perbuatannya itu.

    Namun kalau dilihat apa yang terjadi di negara kita ini Indonesia, perzinahan dikalangan muda-mudi sudah dianggap biasa oleh orang tua yang belum faham akan dosa zina. Dan apabila telah terjadi perzinahan yang disengaja, maka dengan mudahnya orang tua hanya berkata : "Nikahkan saja".

    Ini suatu hal yang salah yang terus terjadi, jika ini berlajut maka tidak bisa dihindari kehancuran Indonesia karena Azab dari Allah Swt.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    13. Mengkafirkan Sesama Muslim

    Pertanyaan :
    Apakah boleh menuduh sesama Muslim, bahwa ia kafir ?

    Jawab :
    Mengapa kepada sesama muslim harus mengkafirkan ?
    Ulama yang sekalipun luas ilmu agamanya, tidak akan berani menuduh seorang yang mengucap "Lailaha Illallah" sebagai kafir. Sebab berat sangsinya, jika benar tuduhan itu hanya sebagai kenyataan, artinya, ya..... benar tuduhan itu. Tetapi kalau tidak, maka yang menuduhlah yang kafir.

    Sesama muslim boleh menuduh, bahwa ia tidak mengamalkan hukum atau syariat agama, atau perbuatannya bertentangan dengan syariat agama.

    Yang tergolong tidak mengamalkan syariat agama yaitu :
    1. Orang yang mengingkari hukum dan syariat Allah.
    2. Malas atau lalai melakukannya.

    Kedua golongan itu tidak bisa dicap Kafir, seorang muslim melakukan zina, minum arak atau riba, bukanlah Kafir.
    Allah menetapkan sangsi hukuman bagi mereka yang melanggar larangan Allah.
    Sangsi hukuman dijatuhkan kepada pelaku muslim, kalau saja ia kafir tentu saja tidak dapat dijatuhi hukuman atas pelanggarannya.
    Sebab, sangsi hukuman terhadap pemabok, penjudi atau pezina hanya bisa dijalankan terhadap orang muslim.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    14. Saksi Palsu

    Pertanyaan :
    Mengapa "kesaksian palsu" tergolong kelompok dosa terbesar (kabaair), sejajar dengan syirik dan membunuh ?

    Jawab :
    Rasulullah Saw menjawab pertanyaan ini dengan suara keras dan berulang-ulang. Dosa "Kesaksian Palsu", kata beliau. Sebab, kesaksian palsu menghimpun seluruh kezaliman, mempersekutukan Allah (syirik) juga segolongan dengan kesaksian palsu. Merupakan dosa besar yang tak diampuni Allah Swt.

    Kesaksian palsu tidak hanya menzalimi orang yang memerlukan kesaksiannya, juga menyesatkan hakim yang mengadili perkaranya.

    Bisa saja kesaksian palsu akan menguntungkan seseorang, merupakan pertolongan baginya. Tetapi, pada saat lain orang tersebut menjadi ragu dan tidak percaya kepada si saksi palsu itu, karena didepan matanya ia berani dusta dan zalim. Ia berani merampas hak yang Allah berikan kepada seseorang dengan cara kesaksian palsu itu, karenanya Allah sebagai pemberi hak akan menghadapi langsung orang yang menzalimi itu.

    Orang zalim, jika tahu bahwa apa yang dizalimi akan mendapat pertolongan Allah dan baginya akan segera dibalas oleh Allah tentu ia takut.
    Allah akan menerima do`a orang yang dizalimi, tidak ada tabir penghalang antara Allah dengan do`anya. Langsung diterima permohonannya, walaupun tidak segera diberikan permintaannya itu atau bisa juga Allah memberi ganti yang lebih baik.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    15. Hukuman Allah di Dunia Terhadap Kejahatan

    Pertanyaan :
    Apakah Allah Swt menghukum pelaku kejahatan di dunia atau menundanya sampai hari akhirat nanti ?

    Jawab :
    Banyak perbuatan kejahatan yang dilakukan manusia tidak ditunda hukumannya sampai menunggu hari akhir. Kalau saja semua kejahatan ditunda hukumannya dihari akhir, tentu saja orang-orang tidak beriman kepada hari akhir akan melakukan kejahatan dengan sewenang-wenang.

    Seaindainya Allah Swt tidak menindak pelaku kezaliman dan kejahatan yang melanggar hukum Allah didunia, banyak orang akan menjadi ragu akan kebenaran firman Allah pada surat Al-Anaam 129 yang artinya :
    "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan"
    ─ Quote
    Mereka yang berbuat kezaliman, dihukum pebuatannya oleh orang-orang zalim lainnya, atau bahkan yang lebih zalim lagi. Mereka itu tidak disukai oleh orang-orang yang baik, kerena pada umumnya orang baik berhati lembut dan lemah.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    16. Do`a

    Pertanyaan :
    Sering kita berdo`a tetapi tidak terkabul. Apakah itu pertanda bahwa kita tidak takwa dan tidak saleh ?

    Jawab :
    Allah Swt menghendaki agar manusia mengucap :
    "Ya Allah ..... Ya Rabbi ..... Ya Tuhanku"
    Supaya manusia memperoleh pahala, ucapan itu hendaknya lahir dari hati yang ikhlas dan dengan sukarela.

    Mungkin seseorang memohon sesuatu yang menurutnya baik, tetapi menurut Allah akan mendatangkan keburukan bagi dirinya. Manusia memohon kekayaan, kalau ia diberi dapat merusak dirinya, menjauhkannya dari Allah. Kekayaan yang diberikan malah akan dipakai untuk melanggar ketentuan-ketentuan yang Allah Swt tetapkan.

    Allah berkeinginan menjaga dan melindungi hamba-hamba-Nya, memberi karunia pahala akhirat dan kebaikan surga.

    Suatu ketika seorang menyesal karena gagal berpergian, ternyata gagalnya membawa hikmah sebab jika ia tetap pergi juga, dapat membawa malapetaka, bisa saja kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.

    Firman Allah Swt :
    "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik kepadamu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui". (Al-Baqarah 216)
    ─ Quote
    Pada umumnya manusia melihat dunia dari lahiriyahnya saja, tidak sampai kepada hakekatnya. Manusia lupa akan kewajiban-kewajiban dalam menutuk haknya (memohon dalam berdo`a).
    Bagaimana kewajiban yang harus dipenuhi oleh manusia dalam berdo`a, adalah sebagaimana yang dijelaskan Allah Swt ketika para Nabi memohon kepada-Nya dan do`a-do`a itu dikabulkan Allah Swt.

    Firman Allah :
    "Bahwasanya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka bedo`a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami". (Al-Anbiya 90)
    ─ Quote
    Do`a para Nabi dikabulkan Allah, karena Nabi selalu menyandang 3 (tiga) sifat sebagai syarat dikabulkan do`anya.

    1. Selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.
    2. Bedo`a dengan perasaan harap dan cemas, berharap agar do`anya dapat terkabul dan cemas kalau do`anya tidak dikabulkan.
    3. Selalu khusyuk, tunduk dan patuh kepada Allah Swt.
    0
  • Member sejak :
    Aug 2012
    Posts :
    425
    Topik :
    74
    Received: :
    20
    2
    Given: :
    4
    0
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi
    201
    Reputasi :
    User title :
    Amatir 10
    User ID :
    194
    17. Istighfar Menghapus Dosa

    Pertanyaan :
    Allah Swt berfirman :
    "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka, dan tidaklah pula Allah mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun". (Al-Anfaal 33)
    ─ Quote
    Apakah maksud ayat tersebut bahwa istighfar atau minta ampun dapat menghapus dosa ?

    Jawab :
    Memang ayat tersebut menjelaskan arti istighfar :
    Bahwa Allah tidak akan menyiksa kaum kafir sedang Rasulullah Saw berada diantara mereka, sebab beliau diutus untuk "Rahmatan lil aalamin", rahmat bagi segenap alam semesta.

    Untuk umat Muhammad, Allah mendahulukan rahmat dari azab-Nya, berbeda dengan Nabi dan Rasul sebelum Muhammad, mereka berdoa kepada agar Allah memberi azab kepada kaumnya. Allah kabulkan doa itu, kaum kafir disiksa Allah dengan azab yang keras dan sangat pedih.

    Berikutnya dijelaskan, bahwa sesudah wafatnya Rasulullah Saw, umat Muhammad tidak akan diazab, jika mereka minta ampun. Allah tidak akan menimpakan azab dan memberi pengampunan dosa kepada mereka yang selalu mohon pengampunannya (istighfar). Tentunya istighfar hanya bisa diucap oleh otang-orang yang beriman.

    Arti istighfar yaitu pernyataan tunduk, patuh dan serah diri kepada Allah. Tunduk dan patuh hanya pada diri orang yang beriman, karenanya mereka itu diberi karunia dan rahmat-Nya.
    Firman Allah Swt :
    "Sesungguhnya, jikalau ketika mereka menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu mohon ampun kepada Allah, dan rasul memohonkan ampun untuk mereka, tentunya mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang". (An-Nisaa 64)
    ─ Quote
    Allah memberi pengampunan, karena ada permohonan dengan tunduk, patuh dan khusyuk adalah suatu bukti bahwa ia istighfar.

    Dalam hati orang yang tidak beriman, tidak terdapat niat "mohon ampun" kepada Allah dan tidak terdapt rahmat. Rasulullah Saw selalu menyeru kepada umatnya agar selalu memohon pengampunan-Nya.
    Sabda beliau :
    "Mohonlah pengampunan Allah. Aku selalu meminta pengampunan kepada-Nya seratus kali setiap hari."

    Semoga dengan istighfar, Allah Swt berkenan mengabulkan seluruh dosa diampuni dan diberikan karunia serta rahmat-Nya.
    0
  • Apa tanggapanmu?   Closed...

    Topik serupa