Forum Contains No New Posts

Arsip lama

553 Topik    5 Posts

Keterangan

Saat ini 1 pengguna membaca thread ini. (0 anggota dan 1 tamu)

Username Post
muhrm 2
akun islami 1
forum exe 1

Cara Pada Diskusi Ini

Sebarkan Topik Ini

Tag untuk topik ini

None

  • 1

    Prinsip-prinsip Ibadah dalam Islam

    Office Avatar

    Officer Team     #5843
    Member sejak :
    Jun 2012
    Posts :
    205
    Topik :
    68
    Received: :
    5
    1
    Given: :
    3
    1
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    195
    Reputasi :
    User title :
    Officer Team
    User ID :
    6
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    "Allah Swt telah menentukan dan menetapkan bahwa manusia wajib mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan-Nya agar menusia itu beruntung."
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Pengertian Ibadah

    Kata Ibadah berasal dari bahasa Arab : 'abada, ya`budu, ibadah yang artinya penyembahan, pemujaan, pengabdian, kepatuhan, ketundukan, dan ketaan makhluk kepada Khaliknya. Didalam Al Qur`an, kata ibadah berarti : patuh (at-tha`ah), tunduk (al-khudu`), mengkut, menurut, dan do`a.

    Ibadah dalam arti taat diungkapkan dalam Q.S Yasin ayat 60 yang artinya :
    "Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" (Q.S Yasin (36): 60).

    Dalam pengertian yang sangat luas, ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah, baik berupa perkataan maunpun perbuatan. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa hakikat ibadah adalah mengikuti (mutaba`ah) apa yang telah dicontohkan Nabi Muhammad Saw serta patuh dan taat kepada semua perintah dan larangan Allah.

    Menurut ulama Tauhid, ibadah ialah mengesakan Allah dengan sungguh-sungguh dan merendahkan diri serta menundukkan jiwa setunduk-tunduknya kepada Allah. Dasarnya adalah firman Allah dalam Q.S an-Nisa` ayat 36 yang artinya :
    "Sembahlah Allah dan jangalah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun" (Q.S an-Nisa` (4): 36).

    Adapun menurut ulama fiqih, ibadah adalah semua bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh ridho Allah dan mendambakan pahala dari-Nya di akhirat.
    Ibadah dari segi pelaksanaannya dapat dibagi dalam 3 bentuk, yakni sebagai berikut:

    1. Ibadah Jasmaniah Rohaniah, yaitu perpaduan ibadah antara jasmani dan rohani misalnya shalat dan puasa.
    2. Ibadah Rohaniah dan maliah, yaitu perpaduan ibadah rohaniah dan harta seperti zakat.
    3. Ibadah Jasmani, Rohaniah, dan Maliah yakni ibadah yang menyatukan ketiganya contohnya seperti ibadah Haji.



    Macam-macam Ibadah

    Ditinjau dari segi kepentingannya, ibadah dibagi menjadi 2 yaitu kepentingan fardi (perorangan) seperti shalat dan kepentingan ijtima`i (masyarakat) seperti zakat dan haji.
    Ditinjau dari segi bentuknya, ibadah ada 5 macam yaitu sebagai berikut :

    1. Ibadah dalam bentuk pekataan atau lisan, seperti zikir, doa, tahmid, dan membaca Al Qur`an.
    2. Ibdaha dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti membantu atau menolong orang lain, jihad, dan mengurus jenazah.
    3. Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan bentuknya, seperti shalat, puasa, zakat dan haji.
    4. Ibadah yang tata cara pelaksanaannya berbentuk menahan diri, seperti puasa, i`tikaf, dan ihram.
    5. Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak, seperti memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan terhadap dirinya dan membebaskan sesorang yang berutang kepadanya.


    Secara garis besar, ibadah dibagi menjadi 2 yakni : ibadah khassah (khusus) atau mahdah dab ibadah `ammah (umum) atau gairu mahdah.

    Ibadah mahdah adalah ibadah yang khusus berbentuk praktik atau pebuatan yang menghubungkan antara hamba dan Allah melalui cara yang telah ditentukan dan diatur atau dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Oleh karena itu, pelaksanaan dan bentuk ibadah ini sangat ketat, yaitu harus sesuai dengan contoh dari Rasulullah seperti, shalat, zakat, puasa, dan haji.

    Adapun ibadah gairu mahdah adalah ibadah umum berbentuk hubungan sesama manusia dan manusia dengan alam yang memiliki nilai ibadah. Ibadah ini tidak ditentukan dan diatur secara ketat sebagaimana ibadah mahdah. Ibadah ini bisa berbentuk perbuatan atau perkataan, selama tidak bertentangan dengan syariat dan diniatkan hanya karena Allah semata.



    Pengertian Syariat

    Syariat menurut bahasa berarti jalan menuju tempat keluarnya air untuk minum. Kata ini kemudian dikonotasikan sebagai jalan lurus yang harus diikuti. Menurut istilah, syariat adalah hukum-hukum dan tata aturan Allah yang ditetapkan bagi hamba-Nya untuk diikuti.
    Berdasarkan pengertian diatas, dapat dipahami bahwa syariat meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semseta.

    Syariat juga mengatur hidup manusia sebagai individu, yaitu hamba yang harus taat, tunduk, dan oatuh kepada Allah. Ketaatan dan ketundukan tersebut ditunjukkan dengan cara melaksanakan ibadah yang tata caranya telah diatur sedemikian rupa dalam aturan yang disebut syariat.

    Selain itu, syariat Islam juga mengatur hubungan antara manusia dan dirinya sendiri untuk mewujudkan sosok individu yang saleh dan mencerminkan sosok pribadi yang baik dan membawa kabaikan. Syariat Islam juga mengatur hubungan manusia dan manusia dalam bentuk muamalah sehingga terwujud kesalehan sosial. Kemudian syariat Islam juga mengatur hubungan manusia dengan alam semesta dalam mewujudkan hubungan yang harmonis dan mendorong mewujudkan lingkungan alam yang makmur dan lestari.



    Prinsip-prinsip Ibadah
    Ada beberapa prinsip dalam ibadah yaitu sebagai berikut :

    1. Ada perintah
    Adanya perintah merupakan syarat sahnya suatu ibadah. Tanpa perintah, ibadah merupakan sesuatu yang terlarang, dalam sebuah kaidah diungkapkan:
    "Asal mula ibadah itu terlarang, hingga ada ketentuan yang memerintahkannya"


    2. Tidak mempersulit (`Adamul Haraj)
    Prinsip ini didasarkan kepada firman Allah yang artinya :
    "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" (Q.S al-Baqarah (2): 185).

    3. Menyedikitkan beban (Qilatuttaklif)
    Prinsip ini didasarkan kepada firman Allah yang artinya :
    "Allah tidak membebani seseorang melainkan atas dasar kemampuannya" (Q.S al-Baqarah (2): 286).

    4. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah Swt
    Prinsip ini merupakan konsekuensi pengakuan atas kemahaesaan Allah Swt, yang dimanifestasikan sesorang muslim dengan kata-kata (kalimat tauhid) La ilaha Illallah.

    5. Ibadah tanpa perantara
    Ibadah harus dilakukan oleh seorang hamba Allah tanpa melalui perantara, baik berupa benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun manusia. Adanya perantara dalam beribadah bertentangan dengan prinsip tauhid dan beribadah hanya kepada Allah semata. Hal ini dimaksudkan agar ibadah seseorang hamba benar-benar murni dan jauh dari perbuatan syirik.

    6. Ibadah dilakukan secara ikhlas
    Ikhlas artinya murni, tulus, tidak ada maksud dan tujuan lain selain hanya kepada Allah. Ikhlas dalam beribadah berarti beribadah tanpa merasa terpaksa, melainkan benar-benar murni untuk menunaikan perintah Allah Swt.

    7. Keseimbangan Jasmani dan Rohani
    Sesuai dengan kodratnya bahwa manusia itu makhluk Allah yang terdiri atas jasmani dan rohani, maka ibadah mempunyai prinsip adanya keseimbangan diantara keduanya, Tidak hanya mengejar satu hal lalu meninggalkan yang lainnya, atau sebaliknya, akan tetapi keseimbangan antara keduanyalah yang harus dikerjakan.



    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    Dari Nu`man Basyir r.a, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda : "Sesungguhnya doa adalah ibadah". Riwayat Imam Empat, (Hadis shahih menurut Tirmidzi)
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    Terakhir diedit oleh Office; 28 Feb 13 pada 11:03.
  • 4
    Replies
    0
    Member sejak :
    Oct 2012
    Posts :
    321
    Topik :
    31
    Received: :
    26
    3
    Given: :
    40
    2
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    180
    Reputasi :
    User title :
    Amatir
    User ID :
    294
    setuju gan !
    Ibadah artinya sangat luas !
    Bahkan postingan agan pun dinilai ibadah
  • 0
    Member sejak :
    Feb 2013
    Posts :
    237
    Topik :
    7
    Received: :
    14
    1
    Given: :
    26
    4
    Mentioned :
    0 Post(s)
    Reputasi :
    146
    Reputasi :
    User title :
    Amatir
    User ID :
    678
    yang penting ikhlasnya gan
  • 0
    Member sejak :
    Jun 2012
    Location :
    Jambi, Indonesia
    Posts :
    1,641
    Topik :
    405
    Received: :
    72
    6
    Given: :
    122
    9
    Mentioned :
    2 Post(s)
    Reputasi :
    338
    Reputasi :
    User title :
    User ID :
    1
    Contact :
    Send a message via Yahoo to muhrm
    yang penting ikhlasnya gan
    Originally Posted by forum exe View Post
    betul gan ....
  • 0
    Member sejak :
    Jun 2012
    Location :
    Jambi, Indonesia
    Posts :
    1,641
    Topik :
    405
    Received: :
    72
    6
    Given: :
    122
    9
    Mentioned :
    2 Post(s)
    Reputasi :
    338
    Reputasi :
    User title :
    User ID :
    1
    Contact :
    Send a message via Yahoo to muhrm
    Maqasid al-syari`ah, berarti maksud dan tujuan syariat hukum Islam. Diantara maksud dan tujuannya adalah menjaga kemaslahatan (kebaikan) dan menghindarkan kemafsadatan (kerusakan) manusia sehingga kesejahteraan dan kedamaian di dunia dan keselamatan di akhirat dapat tercapai. Menurut ahli ushul fiqih, ada 5 (lima) prinsip dasar yang harus dijaga dan dipelihara oleh manusia. Yakni :

    1. Hifdz al-Din (Memelihara Agama)
    Hifdz al-Din, yaitu kewajiban memelihara dan menjaga tetap tegaknya agama dimuka bumi. Agama diturunkan oleh Allah untuk dijadikan pedoman hidup manusia, baik dalam interaksi dengan Tuhannya maupun sesama manusia agar manusia dapat selamat hidupnya di dunia dan di akhirat.

    2. Hifdz al-Nafs (Memelihara Jiwa)
    Hifdz al-Nafs, yaitu menjaga dan memelihara jiwa dan nyawa. Nyawa ialah anugrah Allah yang tiada tara yang menyebabkan jasad ini bisa hidup dan beraktifitas. Maka, Islam mengharamkan segala bentuk penganiayaan fisik dan segala bentuk perbuatan yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa, kecuali dengan cara yang hak (dibenarkan oleh agama).
    Firman Allah ;
    "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar, dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan" (Q.S. AL-Isra` 33).
    ─ Quote
    3. Hifdz al-Aql (Memelihara Akal)
    Hifdz al-Aql adalah kewajiban menjaga dan memlihara akal. Akal adalah anugerah Allah yang membedakan antara manusia dan makhluk lainnya. Dengan akal, manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah fil ardh (di bumi) dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Oleh sebab itu, manusia diwajibkan menjaga akalnya jangan sampai terganggu atau rusak, seperti menjaga dari makanan dan minuman yang merusak akal, seperti khamar (arak), narkoba, dan lain sebagainya yang dapat merusak akal.

    4. Hifdz al-Mal (Menjaga Harta Benda)
    Islam mewajibkan manusia untuk menjaga harta bendanya, sebab harta merupakan salah satu alat yang digunakan untuk beribadah dan menghambakan dirinya kepada Allah dan untuk membantu sesama manusia seperti sedekah, wakaf, menolong yang miskin, dan anak yatim. Oleh karenanya, Islam juga melarang mengambil harta (hak) orang lain dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh agama, seperti mencuri, merampok, mencopet dan sebagainya yang dilakukan tanpa seizin pemiliknya yang sah.

    5. Hifdz al Nashl (Memelihara Keturunan)
    Islam mewajibkan manusia untuk memelihara dan menjaga keturunan yang baik. Untuk itu, Islam menganjurkan manusia untuk menikah dan melarang berzina, bahkan Islam juga melarang manusia untuk mendekati zina.
    Firman Allah ;
    "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Q.S. AL-Isra` 32).
    ─ Quote
  • Topik serupa